REDISCOVERING ATLANTIS
In one piece ch. 225, there are pretentious words that can summarize that entire pirate story; “a man's dream will never die”. Retrieved from the main villain to the main character. In this moment, not only Luffy is made silent, the reader is forced to accept these simple yet imprinting words. And talked about dreams, i can't think of any other song than Blink 182 - Anthem pt. 3.
Beberapa waktu ke belakang ini entah kenapa semua seolah berjalan terlalu cepat. But wait, waktu yang berlalu meninggalkan atau aku yang sebenarnya tidak terlalu memperdulikan apa yang ada di sekitar (?). Tapi satu hal yang pasti, aku masih belum menemukan diriku, aku masih belum menemukan "i" dalam pain, misery, kid, family, atau bahkan atlantis. Sama halnya seperti puzzle, aku bahkan belum bisa mengetahui semua kepingannya. Semua kegilaan ini masih belum bisa menjawab pertanyaan lama "what am i doing with my life?", lalu apakah artinya harus mencari jalan lain (lagi)?
Karena merasa waktu berjalan begitu cepat pada akhirnya aku berpikir bahwa aku kehilangan (tertinggal) banyak hal, padahal seperti baru hari minggu kemarin dihadapkan 2 pilihan berat terkait mimpi ; mengejar atau mengubur. Setelah akhirnya berhasil mengejar, timbul pertanyaan baru ; selanjutnya apa? Toh nyatanya tidak semua berjalan lancar, tidak semuanya bisa menerima perubahan. Kalau dipikir-pikir, bisa bertahan sampai di titik ini saja merupakan keajaiban. Banyak orang bilang bahwa dibutuhkan keberanian yang besar untuk bermimpi. Memangnya "keberanian"-ku selama ini bernilai apa? menjadi bodoh, diremehkan, terabaikan, dan itu nyatanya masih belum cukup.
Untuk semua mimpi yang telah berani
terbayang namun terabaikan, untuk semua penyesalan yang akhirnya tetap tak
terbayarkan. Pada akhirnya bergerak adalah satu-satunya jalan. No more
complacent. Cukup untuk sikap apatis yang selama ini terpatri. Sekali lagi... bukan, bukan sekali lagi... tapi seterusnya,
berjalan bebas... atau bahkan berpetualang bebas...dan bukan kesunyian lagi...
to the stars... with all we've got...
Banyak hal yang akhirnya termaklumi. Kini waktunya untuk perubahan nyata. Harapan kosong itu telah berakhir. Setelah checkpoint tentunya bakal menuju level selanjutnya, jadi... mari berjalan sedikit lebih lama lagi...
.
.
.
Komentar
Posting Komentar