Wet, sudah lama sejak terakhir kali menulis di blog yang dulu menjadi tempat favorit untuk bermonolog (hingga akhirnya memutuskan untuk mengarsipkan hampir semua tulisan xD). 9 Maret 2023 mulai menulis ini, walaupun sebenarnya sudah cukup lama ingin update disini lagi untuk merekam momen yang sudah didapatkan di beberapa langkah terakhir. So here we go..
Well... menjadi mahasiswa ternyata serumit itu, lahir di keluarga broken home yang amat sangat broken memang cukup untuk membuat segala hal yang ditemui menjadi fana. Flashback ke beberapa tahun yang lalu saat akhirnya memutuskan untuk mencoba menggapai mimpi yang sempat dibuang : Kuliah. Ah tidak tidak... kita perlu kembali jauh ke belakang saat bagaimana mimpi ini mulai terbentuk. Kalau dipikir-pikir, rumah simbah lah yang membentuk pemikiran (mimpi) untuk menempuh bangku perkuliahan. Buku-buku simbah yang menjadi teman waktu kecil, permainan catur yang menunjukkan serunya "berpikir", hingga suasana rumah yang memang dibutuhkan oleh anak kecil sepertiku, semua berjalan begitu alami dan damai.
Astronout. Anak kecil mana yang tidak mau terbang keluar angkasa setelah membaca buku-buku astronomi yang menggambarkan luasnya alam semesta? Meskipun akhirnya kenyataan membuat diri ini dewasa lebih cepat dan mengubur mimpi anak kecil tersebut dalam-dalam. Kenyataan ini juga lah yang akhirnya membuat diri ini gap year (: istilah yang digunakan untuk mereka setelah lulus sekolah tidak langusng kuliah) selama 3 tahun sebelum akhirnya salah satu teman secara tidak langsung mengobarkan kembali mimpi yang sudah terkubur. "Kita.. mumpung masih muda, sudah seharusnya menjadikan masa ini untuk membuat suatu karya yang hebat. Masa muda haruslah diisi oleh karya-karya besar kita sehingga nanti kita tidak akan menyesali masa muda kita".
Dan sekarang 3,5 tahun telah terlewati. Tentu tidak semua berjalan lancar, tidak semua sesuai dengan apa yang kita harapkan. Namun, alih-alih menyesali apa yang tidak berjalan sesuai dengan harapan, aku lebih ingin mensyukuri apa yang telah didapat. Toh mau bagaimanapun, semua hal yang terjadi adalah hal terbaik yang memang seharusnya terjadi. Seperti apa yang orang-orang bilang bahwa "Bahagia itu adalah mensyukuri nikmat dan menikmati syukur". So... inilah beberapa hal yang kudapatkan yang akhirnya mampu membuatku melakoni jati diri sampai puas...

ATLAS menjadi wadah yang pas dalam berproses selama kuliah. Masuk ke dalam organisasi mahasiswa yang bergerak dalam penelitian sudah muncul dalam gambaranku saat bermimpi soal kuliah. Sekali lagi, tidak semua berjalan sesuai dengan yang kita inginkan. Nyatanya ATLAS bukan lah satu wadah yang matang, tidak, lebih tepatnya adalah wadah yang belum matang. Wadah ini perlu dibangun terlebih dahulu sebelum bisa menjadi laboratorium kreasi bagi mereka yang memiliki kuriositas tinggi. Disini banyak hal yang musti dilakukan hanya untuk sekedar membuat wadah yang "sesuai" dengan mimpi anak kecil yang ingin berpikir lebih ini.
Berkat wadah itu banyak hal yang menunggu di depan, salah satunya adalah event bergengsi bernama Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Hanya berawal dari story iseng di story whatsapp berlanjut ke pembentukan tim yang pas. Momen ini juga lah yang menandai pembuktian diri bahwa aku bisa melakukan apa yang aku mau. The dream team. Hingga akhirnya membawa banyak hal dan pengalaman yang di pelajari, salah satunya adalah presentasi hasil kegiatan di event tingkat nasional (bonus koordinasi di sawah).
Masih dalam bahasan mengenai PKM, pengalaman ini membawa diri untuk melangkah lebih jauh hingga akhirnya diberikan kesempatan untuk berdiskusi mengenai tips dalam mencari ide PKM bersama teman-teman dari Universitas Duta Bangsa Surakarta. Momen ini menandai kali pertamanya menjadi pembicara di luar kampus. Sungguh menyenangkan rasanya bertemu dan berdikusi dengan orang-orang baru dan tidak itu-itu melulu haha
Momen yang tidak kalah menarik dari PKM adalah Peningkatan Akademik Mahasiswa (PAM) dan Penelitian dan Pengabdian Ormawa (PPO). Hampir 15 tahun yang lalu aku membayangkan saat dimana aku sedang berada di laboratorium bersama teman-teman, mencoba memutar otak bersama mengungkapkan informasi baru, dan berharap hasilnya dapat membuka kesempatan besar lainnya. And this is it... PPO makes me feels like a scientist with his big hat xD.
Bergelut dengan deadline dan paper secara terus menerus membuat diri seolah mati rasa. Jadi aku memutuskan untuk sesekali melakukan kembali hobi-hobi di masa lalu, salah satunya adalah dengan memainkan gitar. Dan Linda tentu saja selalu siap untuk mengiringi momen "saut-saut-an" vokal di lagu Just Friends-nya Pee Wee Gaskins. "Everytime i secretly hope that u'll treat me differently..."

Sebelum menyandang status sebagai "mahasiswa semester akhir", mencoba menantang diri untuk berbuat lebih melalui magang. Banyak hal yang bisa dijadikan alasan untuk tidak mengambil kesempatan ini, namun ternyata mentrigger diri sendiri memang semenantang itu. "Pelaut yang hebat tidak tercipta di laut yang tenang", begitu kata mereka. Jadi kuputuskan untuk "nekat" mengambil kesempatan ini meskipun banyak orang di sekitar yang akan mengambil hal sebaliknya setelah tau apa yang menunggu dibalik kesempatan ini. Nyatanya kesempatan ini membuka peluang kesempatan lainnya untuk masuk, yakni tugas akhir melalui ICGDM. Menjadi berbeda dengan orang lain memang sepertinya adalah hal yang selalu aku coba hindari namun anehnya itu yang selalu terjadi selama ini ketika melihat apa yang ada di sekitar. Lagian dalam hal ini siapa yang tidak tertarik untuk lulus dengan cara yang berbeda dengan kebanyakan orang? Meskipun harus merelakan momen-momen perayaan penuh euforia ketika sedang menjalani tugas akhir... tapi bukankah memang ini yang sebenarnya ku inginkan? mencoba menghindari perayaan-perayaan yang mengharuskan banyak orang di sekitar, karena toh juga nyatanya aku tidak cocok untuk hal-hal seperti itu. How introvert i am!


Dan hal terbaru yang aku temukan adalah bergabung dengan komunitas pemetaan bernama "YouthMappers Indonesia". Well... tentunya dengan nama-nama familiar yang kutemui di kesempatan-kesempatan sebelumnya. Mencoba menikmati sisa waktu dengan menjadi mappers yang bermanfaat untuk umat manusia haha.
And last but not least... biarkan aku tutup dengan satu hal yang membuktikan bahwa aku adalah seorang wibu. Bersyukur karena ada beberapa orang yang bisa menerima sisi kewibuan ku disini, sehingga aku tidak perlu malu untuk berteriak mengucapkan "ikuzoo!!1!1!", "tadaima", "arigatou", maupun kata-kata lainnya yang tidak akan dikatakan oleh orang-orang normal di tongkrongan mereka:p
Yup, memang tidak banyak yang aku temukan disini. Namun, sungguh puas rasanya menjalani mimpi masa kecil. Dan tentu saja tidak berhenti sampai disini. Banyak hal seru lainnya didepan sana yang sudah menunggu untuk dijalani. Jadi tolong tetap bersama sedikit lebih lama lagi.
"Now i can grow to infinity..." - Serotonin, 2016.
Komentar
Posting Komentar